logo2
Newsflash:
Jodoh Pasti Bertemu

Menikah adalah menyempurnakan setengah agama. Setiap getaran cinta yang mengalir dari genggaman tangan antara suami dan istri mampu menghapus dosa-dosa kecil. Ciuman penuh hasrat yang dilakukan di luar pernikahan yang biasanya diganjar dosa, maka setelah menikah malah bernilai pahala. Bila sepasang suami-istri berhubungan intim, kebaikannya sama dengan mengerjakan salat Dhuha. Apa pun yang dilakukan oleh seorang istri, bila diniatkan untuk kesenangan suami juga diganti pahala. Begitu juga sebaliknya, suami yang bekerja mencari nafkah, langkah-langkahnya akan diberi pahala. Selain memberi pahala dan rida, Ia juga memberi keindahan. Maka, bila ada surga di muka bumi ini, maka surga itu adalah pernikahan yang bahagia. Betapa indah sebuah pernikahan. Maka, mengapa menunda untuk menikah? Menikah di dalam agama, adalah satu di antara tiga perkara yang sunah untuk disegerakan. Menikah adalah sebuah perjanjian berat yang menggetarkan bumi dan isinya. Menikah adalah pertautan hubungan yang membahagiakan Allah, menggembirakan para malaikat, dan membuat patah hati para setan. Menikah adalah sebuah anugerah. Buatlah kriteria yang tidak terlalu rumit bagi calon pasangan Anda. Jodohmu pasti ada, maka jangan hanya berdiam diri di dalam kamar...

Jodoh adalah sebuah misteri. Sebenarnya jodoh bukanlah dinanti di dalam sebuah kamar tanpa berbuat apa-apa. Seperti layaknya rezeki, jodoh itu “dijemput”. Tidak hanya pria yang berhak “menjemput” jodoh. Wanita juga berhak aktif “menjemput” jodoh. Wanita aktif mencari jodohnya bukanlah suatu aib, apalagi dosa. Jadi, tugas manusia adalah berusaha menjemput jodohnya yang terbaik. Oleh karenanya, “jemput”-lah jodoh di komunitas tempat orang-orang yang baik beraktivitas. Sebaiknya, jangan pergi ke tempat-tempat di mana orang sering membuang waktu percuma, atau juga ke tempat di mana kemaksiatan atau hal negatif menjadi suatu hal yang biasa. Bila kita bertemu jodoh di tempat-tempat negatif, kehidupan kita kelak akan semakin sulit.

Sumber: Novel Jodoh Pasti Bertemu (hlm.135-137)

(Selasa, 08 April 2014 15:11)
Melawan Ideologi: Vladimir Bartol dan Alamut

Vladimir Bartol menulis Alamut di sebuah kota kecil yang terletak di kaki pegunungan Alpen, Slovenia, selama sekitar sembilan bulan pada tahun 1938. Ia mengerjakan draft awal di sebuah tempat yang berjarak kira-kira tiga puluh mil di utara Austria, yang kemudian dikuasai Nazi Jerman. Lima puluh mil ke barat, melewati perbatasan negara lain, Fasis Italia melakukan perburuan besar-besaran terhadap etnis minoritas Slovenia dari kota pantai laut, Adriatik Trieste, dan bermaksud untuk memperluas kepemilikan mereka ke daerah-daerah Slovenia dan Kroasia, Kerajaan Yugoslavia. Beberapa ratus mil ke utara dan timur, di Uni Soviet, pembersihan paling berdarah oleh Stalin telah mencapai arus puncak, mengklaim ratusan ribu korban, sebagian besar di antaranya berakhir di gudang lembap dengan satu peluru ditembakkan ke bagian belakang kepala mereka. Di tengah kekacauan ini dan ancaman, Slovenia dan negara induknya, yang waktu itu masih menyatu dengan Yugoslavia, menyingkir ke sebuah pulau yang relatif tenang.

Buku yang ditulis Bartol dalam keadaan ini terbukti menjadi pelariannya dari pergerakan massa politik, pemimpin karismatik, dan ideologi manipulatif, yang kemudian menguasai Eropa. Selain itu, novel ini juga menjadi sarana meditasi yang mendalam baginya. Pada akhirnya, Alamut adalah bacaan imajinatif, terpelajar, dinamis, lucu, dengan cerita menarik yang dikisahkan dalam waktu dan tempat yang eksotis, dan juga dengan karakter universal yang bisa dikenali: ambisi, mimpi, dan ketidaksempurnaan. Baik di dalam maupun di luar negeri, buku ini terus menjadi, mungkin, buku yang paling populer yang pernah dimiliki Slovenia. Terjemahan terbaru Alamut telah menjadi buku terlaris di Jerman, Prancis, dan Spanyol. Namun, meskipun di permukaan, buku ini dianggap sebagai sastra popular. Alamut dibuat dengan tempaan bahasa yang halus, sebuah karya yang merupakan permata langka yang belum pernah ditemukan, yang menawarkan kepada pembaca kekayaan-kekayaan perencanaan dan rincian naskah, yang dapat memunculkan interpretasi luas akan simbolis, intertekstual, dan filosofi.

Bartol adalah seorang Slovenia, etnis dari Trieste, yang belajar di Paris dan Ljubljana, sebelum akhirnya menetap di ibukota Slovenia untuk berkarier sebagai sastrawan. Selama studinya di Paris pada tahun 1927, seorang rekan dari Slovenia yang tahu ambisi Bartol sebagai penulis merekomendasikan supaya dia mengambil peran pada episode Old Man of the Mountain dari cerita The Travels of Marco Polo sebagai penulis cerita pendek atau novel. Kisah ini, menceritakan Marco Polo saat dia melakukan perjalanan di Jalur Sutra melalui Iran, di mana dia harus berhadapan dengan seorang panglima perang sektarian lokal yang kuat, yang diduga menggunakan ganja dan rumah rahasia yang dipenuhi gadis-gadis cantik untuk memperdaya anak muda agar mereka percaya bahwa dia memiliki kekuatan untuk membawa mereka ke surga dan kemudian mengembalikan mereka lagi ke bumi. Dengan cara ini, ia dapat mendapatkan loyalitas fanatik para pemuda itu. Ia kemudian memanfaatkannya dengan mengirimkan mereka ke setiap penjuru sudut dunia untuk melakukan misi bunuh diri demi membunuh lawan politiknya, untuk memperluas kekuasaan dan pengaruhnya. Bartol mengambil esensi materi cerita itu di dalam pikirannya dan selama sepuluh tahun berikutnya ia melakukan penelitian luas ke dalam latar belakang sejarah yang mendasari kisah itu sembari menciptakan alur cerita yang lebih berkarakter novel, serta struktur cerita sendiri. Menulis novel ini menjadi tujuan hidupnya, alasan keberadaannya. Dalam buku hariannya, dia meminta pada nasib untuk membiarkannya hidup demi menyelesaikan buku itu dan mengirimkannya dengan selamat untuk dicetak. Setelah persiapan panjang selama sepuluh tahun, novel ini akhirnya dituliskannya di atas kertas menjadi empat konsep naskah yang ditulis berturut-turut dengan bersemangat. Bartol mengucilkan diri selama satu bulan di kota Kamnik untuk menyelesaikannya. Ia berseri-seri bahagia selama periode ini, sama seperti kalau kita membayangkan orang yang tahu dia harus menciptakan mahakarya.

Sayangnya, waktu kemunculan karya ini di dunia kurang tepat. Perjalanan penerbitan Alamut pertama disela oleh pendudukan Jerman dan Italia atas Slovenia pada 1941–1945, kemudian oleh ideologi sastra Komunis Yugoslavia yang dipimpin oleh Tito, di mana selama beberapa tahun buku itu dipandang sebagai ancaman. Terlebih lagi, isi dan gaya tulisannya yang benar-benar berbeda dengan tren yang dominan dalam literatur Slovenia, baik sebelum ataupun sesudah Perang Dunia II. Penulis di negara kecil dan terisolasi secara bahasa sering memiliki kebutuhan yang sangat besar untuk menulis tentang kehidupan di negara kecil itu, yang mungkin bisa digunakan sebagai cara untuk membantu memperkuat dan menunjukkan eksistensi suatu bangsa. Karena tidak ada gambaran tentang Slovenia di Alamut kecuali bahasanya, sesama penulis menggambarkan karakteristik Bartol sebagai “kesalahan dalam kode genetik Slovenia”.

Novel petualangan ini berlatar di barat laut Iran, yang menggambarkan tempat-tempat yang menyerupai tempat-tempat di cerita Seribu Satu Malam, sedangkan pusat cerita berkisah seputar ketegangan yang mendalam antara pribumi Muslim Syiah yang berbahasa Pahlavi di wilayah tersebut dan pemerintah mereka, Muslim Sunni, Turki Seljuk. Benar-benar sebuah novel yang cermat dan ditulis berdasarkan riset serta menggunakan gaya prosa sederhana untuk melukiskan latar yang beragam dan pengembangan jalannya cerita yang menegangkan, daripada hanya mengisahkan ketegangan antara petani Slovenia, pemilik tanah dan warga kota. Bartol sendiri menceritakan kalau ia  didekati di jalan beberapa tahun kemudian oleh salah satu teman sekolahnya lamanya, yang mengatakan kepadanya, “Aku membaca terjemahan karyamu dan benar-benar menikmatinya.” “Terjemahan apa?” jawab Bartol. “Novel tebal itu, yang ditulis oleh penulis berdarah Inggris-India,” pria itu menjelaskan. “Maksudmu Alamut?” tanya Bartol. “Akulah yang menulisnya.” Pria itu tertawa dan melambai acuh, “Ayolah. Kamu tidak bisa menipuku.” Dan kemudian ia berjalan pergi. Pembaca tidak akan paham bagaimana seorang Slovenia bisa mengembangkan cerita yang benar-benar di luar pengalaman sejarah mereka—novel itu pastilah ditulis oleh orang asing. Bartol sendiri memandang serikat penulis Slovenia dibagi menjadi dua kategori: kaum nasionalis, yang menjadi mayoritas dan menulis apa yang disebutnya “ratapan sedih waktu mereka sendiri”, dan kaum kosmopolitan, yang memiliki pengetahuan sejarah yang luas tetapi menjadi minoritas. Tanpa perlu penjelasan lebih lanjut, Bartol melihat dirinya di kelompok kedua, yang umumnya disalahpahami. Salah satu kekuatan Bartol yang dimunculkan di Alamut adalah kemampuannya untuk hampir menghilang sebagai pengarah cerita pada novel dan membiarkan tokoh-tokohnya yang membawakan cerita. Tidak ada arahan penulis yang menilai atau menginstruksikan pembaca untuk mendukung atau mengutuk karakter tertentu. Faktanya, pembaca dapat menemukan kesetiaan mereka bergeser selama mengikuti jalannya cerita. Mereka bisa menjadi bingung atau menentang. Bartol sebenarnya bermaksud menulis sebuah buku misterius. Sejarawan telah melihat ke biografi, kepribadian, dan karya Bartol yang lain untuk mencoba memahami Alamut, tapi ada banyak hal dalam kehidupan penulis yang masih tetap tersembunyi. Kemungkinan novel ini terbuka terhadap berbagai interpretasi adalah salah satu hal yang terus membuat pembaca Alamut mendapatinya sebagai hal yang berharga.

Mungkin cara paling sederhana untuk memahami Alamut adalah sebagai fiksi sejarah yang luas tentang Iran di abad kesebelas yang berada di bawah kekuasaan Seljuk. Seorang pembaca yang melihat novel dari perspektif ini bisa menghargai latar belakang sejarahnya, penempatan kejadian sejarah yang salah atau hilang, asal-usul perselisihan Syiah–Sunni dalam Islam, dan uraiannya akan kebencian mendalam masyarakat adat dari daerah ini terhadap kependudukan orang asing, baik Muslim atau non-Muslim, selama lebih dari satu milenium. Penulis kemudian mengisi latarnya dengan sifat tokoh yang simpatik, kompleks, dan kepribadian yang mengikuti zaman, yang membuat aspirasi dan kekhawatiran terasa bagi pembaca pada tingkat yang melampaui harapan pembaca akan pemandangan eksotis, membuat bacaan yang berfokus pada sejarah ini, begitu hidup dan menyentuh.  Pembaca Alamut jenis kedua akan melihat adanya jangkar pemaknaan yang tegas dalam karya Bartol, yang ditulisnya pada waktu di antara dua Perang Dunia, dan melihatnya sebagai representasi alegoris bangkitnya totalitarianisme di awal abad kedua puluh Eropa. Dalam bacaan ini, Hasan bin Sabbah, pemimpin hiper-rasionalistik dari sekte Ismailiyah, menjadi potret gabungan Mussolini, Hitler, dan Stalin. Bahkan, Bartol awalnya bermaksud mendedikasikan edisi pertama bukunya “untuk Benito Mussolini”, dan ketika dia dicegah dari melakukannya, dia disarankan untuk mendedikasikannya dengan kata yang lebih umum: “untuk seorang diktator tertentu”, yang itu memiliki kesamaan makna. Entah apakah dedikasi itu akan menarik perhatian dengan tegas sekaligus memunculkan ironi, tapi penerbitnya benar-benar melihat risiko itu pada waktu yang bergejolak itu, yaitu kehilangan pembaca, atau membuat pemerintah marah.

Beberapa karakter tampaknya telah diambil dari model kehidupan nyata yang mendominasi warta berita pada waktu itu. Abu Ali, tangan kanan Hasan, digambarkan memberikan pidato inspiratif kepada orang-orang di Alamut dengan cara yang mengingatkan kepada menteri propaganda Nazi, Joseph Goebbels. Pada malam hari, pencahayaan seremonial di benteng Alamut bisa jadi kiasan dari rapat umum bermandikan cahaya atau parade obor Partai Nazi. Hierarki organisasi Ismailiyah yang ketat, kesamaan antara beberapa karakter dan cara mereka berkirim surat sama dengan konstelasi Fasis atau Sosialis Nasional, dan peran sentral ideologi sebagai tata cara yang diperuntukkan bagi massa semuanya mengacu pada struktur sosial dan kekuasaan yang ada di Jerman, Italia, dan Rusia Soviet, seperti halnya semakin meningkatnya pengetahuan dan titik kritis ideologi yang ada di lingkaran milik Hasan.

Baru-baru ini, bentuk penafsiran lain mencoba untuk memengaruhi kita bahwa Alamut merupakan representasi dari apa yang seharusnya menjadi respons ideal Slovenia untuk totalitarianisme Jerman dan Italia atas Slovenia yang kemudian mengancam negara itu dan Eropa. Dengan kata lain, cerminan penggambaran Hasan—sebagai Hitler. Penafsiran ini berdasar pada pandangan tentang daerah asal Bartol, di daerah sekitar Trieste, kemarahan tak terbantahkannya atas dominasi Italia dan penganiayaan terhadap etnis Slovenia di daerah itu yang dimulai pada tahun 1920. Bartol memang teman dekat kepala kelompok teroris Slovenia, “Tiger”, yang anggotanya melakukan serangan kekerasan terhadap institusi dan orang-orang Italia di daerah perbatasan Italia-Slovenia. (Penanda kelompok Slovenia ini, “TIGR”, sebenarnya akronim didasarkan pada nama-nama empat daerah kunci sengketa: Trieste, Istria, Gorizia, dan Rijeka [Fiume Italia]). Ketika temannya ditangkap oleh Italia pada tahun 1930 dan dijatuhi hukuman dua puluh tahun penjara, Bartol membuat catatan singkat dan tidak menyenangkan di buku diary-nya, “Zorko, aku akan membalasmu.” Sifat positif Hasan, rasionalitasnya, kecerdasannya, dan akalnya—bersamaan dengan pengakuan penyataannya di akhir novel pada alter ego mudanya, ibn Tahir, bahwa pekerjaan yang ia lakukan seumur hidup didedikasikan untuk membebaskan populasi berbahasa Pahlavi, Iran, dari dominasi asing, semuanya akan tampak mendukung pandangan ini terhadap novel sebagai nasihat Aesopian untuk Slovenia yang tertindas, terfokus di sekitar merayakan kepribadian karismatik dan kecemerlangan Machiavellian dari pemimpin gerakan pembebasan itu, Hasan/Zorko.

Tapi seperti apa pun menggodanya Alamut bisa tawarkan, semuanya akhirnya menjadi lancar dan datar. Untuk satu hal, bagaimana bisa nasionalisme versi Hasan yang konvensional—yang oleh Bartol dibuat menyalahi zaman karena mengacu pada ideologi yang muncul satu abad kemudian, dari pemikiran Eropa abad kedelapan belas—bila dikaitkan dengan ucapan Hasan yang lebih mendalam mengartikulasikan nihilisme, penolakannya terhadap semua ideologi, pemikirannya akan kekuasaan sebagai kekuatan yang berkuasa di alam semesta, dan betapa kerasnya ia mengejar kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri? Selain itu, bagaimana mungkin seorang manusia yang menghargai diri sendiri, Slovenia atau sebaliknya, mengambil hati sebuah manifesto didasarkan pada manipulasi sinis kesadaran manusia dan kehidupan manusia sebagai kelanjutan dari tujuan si manipulator? Upaya untuk membuat Alamut dianggap sebagai risalah terselubung pada pembebasan nasional juga berlawanan dengan paradoks pengakuan Bartol sendiri tentang ketdidakpedulian kepenulisan terhadap politik. Dan pada akhirnya, semua hal di novel bersifat reduktif dan bertolak belakang, mengubah apa yang dibaca dan terasa seperti sebuah karya sastra yang dipenuhi banyak masalah, yang sarat dengan makna yang diwujudkan menjadi ideologis dua dimensi.

Kesemuanya mengantarkan kita pada karya itu hari ini, dan membaca Alamut yang pasti akan sangat menggoda, sekarang ketika Amerika telah mendapatkan serangan, seperti serangan Hasan, dari musuh di timur yang kemudian dibalas dengan serangan pasukan penghancur berkekuatan tak terhingga. Bacaan ini akan melihat Alamut, jika tidak sebagai visi kenabian, maka setidaknya sebagai ramalan luar biasa tentang konflik fundamental di awal abad kedua puluh satu ini, antara pendatang baru yang cekatan, dan tak terduga, yang mengandalkan jaringan bunuh diri yang relatif kecil, dengan kerajaan besar namun lamban di sisi lain, yang terus-menerus bertahan namun berpotensi memunculkan musuh-musuh baru akibat langkah ofensif dan politik yang kurang fokus. Kisah konflik saat ini, antara Al Qaeda dan Barat bisa tanpa sadar akan mengaburkan peristiwa perjuangan yang sama, yang terjadi lebih dari seribu tahun yang lalu: pemimpin yang terluka dan dipermalukan orang biasa yang terbukti mudah terbujuk panggilan sebagai militan dan bentuk pembalasan agama mereka; ideologi radikal yang manipulatif, yang menjanjikan para rekrutan sebentuk pahala dari dunia lain sebagai balasan setimpal dari pengorbanan mereka; kekuatan yang menggunakan kesombongan, pemuasan diri sendiri yang tujuannya adalah menemukan cara untuk menggali keuntungan baru dari daerah jajahan; dan prediksi berandai-andai dari pemimpin radikal bahwa suatu hari nanti, “bahkan pangeran di sisi dunia yang jauh akan hidup dalam ketakutan” akan kekuasaannya.

Tapi bagaimanapun, banyak kesamaan yang dapat kita temukan di sini, antara karya Bartol dari abad kesebelas dan yang kita alami di abad dua puluh satu, yang tidak melibatkan peramal apa pun. Alamut tidak menawarkan solusi politik atau pun jendela ke masa depan, selain kejelasan visi bahwa membentuk sejarah bisa dilakukan dengan hati-hati dan empati. Ada banyak hal yang bisa dipelajari oleh pembaca dari Amerika dari buku seperti Alamut, dan lebih baik terlambat daripada tidak pernah sama sekali: terima kasih atas penelitian Bartol yang luas dan hati-hati, sebuah pendidikan mendasar di antara keruwetan sejarah dan hubungan dari Irak dan Iran, yang mencapai lebih dari seribu tahun, adalah salah satu kegunaan novel ini.

(Senin, 07 April 2014 15:03)
SMTown Salah Gaul 2 by @SalahGaulSMTown
 
SMTown Salah Gaul ada lagi??? Ada lagi??? Masa sih??? Yap, emangnya cuma sinetron Cinta Pitri aja yang punya series. SMTown Salah Gaul yang gak kalah eksis di dunia tarik tambang juga punya seri kali... Sesuai sama judulnya, SMTown Salah Gaul 2, masih ngebahas salah gaul SMEntertainment yang tidak diragukan lagi eksistensinya di dunia Hallyu Wave maupun Jamban Wave. Karena ini buku yang kedua, jadi pesan kami, kuatkan mental dan fisik Anda dua kali lipat sebelum membayar di kasir. Ingat jangan baca buku ini dengan serius, karena survei masih membuktikan 9 dari 5 orang yang membaca buku ini dengan serius, mengalami amnesia sesaat saat di jamban.
Syalala bara jamban bara jamban ulalaaaaa....
(Jumat, 14 Maret 2014 17:15)
The Secret of Love by Andi Tenri Ayumayasari

Rangga tak menyangka kepindahannya ke Bandung justru mempertemukannya dengan Olivia, cewek super nyebelin yang sering banget ngeledekin dia dengan sebutan “Serangga”. Tapi semakin dekat dengan Oliv, Helena, sepupu sekaligus cewek yang tergila-gila dengan Rangga jadi terbakar api cemburu dan sering banget nge-bully Oliv. Tapi kejadian demi kejadian justru membuat Rangga bersimpati karena sebenarnya, Olivia itu cewek yang baik, hanya masalah kedua orangtuanya saja yang sering membuat Oliv kabur bahkan sempat mencoba bunuh diri.Sayangnya Rangga tidak bisa dengan mudah mendekati Oliv. Selain karena gengsi yang super duper gede, juga karena Bisma, kakak kelas itu selalu ada di sekitar Oliv dan membuat Rangga cemburu setengah mati.

Oliv yang tidak bersalah justru terjebak dalam situasi sulit. Ia harus bertunangan dengan Rafael dan pergi ke Jepang demi cita-citanya. Bukan cuma itu, Luna sahabat Oliv juga mesti makan hati akibat ulah Reza yang ketahuan selingkuh dengan Dina. Akankah Oliv kembali bersatu dengan Rangga? Ataukah ia akan bersama Bisma? Lalu, siapa sebenarnya sosok yang selalu meneror Oliv?

(Jumat, 14 Maret 2014 16:31)
Review Angelfall oleh Tantri Setyorini

Judul: Angelfall (Penryn & The End of Days #1)
Penulis: Susan Ee
Genre: young adults, dystopia, fantasi

check signGood Story/Idea

check signGood writing style

check signWell-developed characters

Level of Interest

heart rate42

 

Beberapa orang menyebut Angelfall sebagai fiksi bertema angel terbaik. Aku tidak yakin soal itu, tapi memang benar buku ini jauh lebih well written dan menghibur daripada serial Hush-Hush yang memiliki tema sejenis. Angelfall terasa berbeda karena unsur dystopia, action, dan thriller-nya lebih kuat daripada elemen fantasinya. Di sini kedua tokoh utamanya, Penryn dan Raffe, selalu berpindah tempat. Jadi sepanjang perjalanan mereka bukan hanya membangun chemistry, tapi juga menghadapi berbagai rintangan yang nyata dan bertemu banyak tokoh lain (misalnya Obadiah West si militan dan Dee-Dum si kembar mata-mata). Dari segi gore menurutku novel ini lebih berani daripada The Hunger Games dan Unwind karena kematian dalam cerita digambarkan dengan cukup eksplisit (meskipun memang tidak diceritakan prosesnya). Thriller-nya memang ada tapi tidak cukup mengena. Unsur romance-nya aku suka, karena tidak banyak sentuhan jadi makin membuat penasaran. Chemistry-nya terasa dan tidak menyebalkan, karena Penryn bukan jenis yang suka hilang akal waktu jatuh cinta, dan Raffe, meskipun arogan tapi masih dalam taraf wajar dan memang tipe arrogant bad boy yang katanya swoon worthy itu.

Susan Ee cukup cerdik menarik mood pembaca dengan caranya menyampaikan cerita. Bab-bab awal disajikan dengan action dan misteri, menjadikan pembaca bersemangat untuk terus mengikuti perkembangan cerita. Selalu ada unsur kejutan yang mencegah pembaca menjadi benar-benar jenuh dan meletakkan buku.

Intinya, buku ini seru dan sekuelnya masih sangat layak ditunggu. Menurutku ini juga jauh lebih bagus daripada Mortal Instruments yang juga menyisipkan kisah nephilim.

Sumber: http://thoughtsofstupidbookworm.wordpress.com/2014/01/28/angelfall-penryn-the-end-of-days-1/

(Rabu, 12 Maret 2014 22:41)
Film Adaptasi Novel Bestseller Angelfall Diproduksi oleh Sam Raimi, Sutradara Spider-Man 3

Novel sci-fi laris karya Susan Ee, Angelfall, telah resmi akan diangkat ke layar lebar dan akan disutradarai dan diproduseri oleh Sam Raimi. Raimi dikenal dengan karyanya The Evil Dead dan film blockbuster Spider-Man 3

Dalam perbincangan tentang Raimi yang bergabung dalam film adaptasi Angelfall, Susan Ee mengatakan, “Saya sangat senang bisa bekerja sama dengan orang kreatif seperti Sam Raimi.”  Ee melanjutkan, “Setelah Angelfall diterima begitu antusias oleh pembaca, memiliki sutradara dan produser kelas dunia seperti Sam Raimi menjadi hal luar biasa bagi saya.”

Saat mewawancarai Ee, Entertainment Weekly menerima foto eksklusif dari penulis Angelfall dengan produser lain pada proyek ini.

Dari kanan ke kiri: Susan Ee, Raimi, Joe Drake (Hunger Games), Nathan Kahane (Hope Springs),

dan Rob Tapert (The Possession)

 

Angelfall berkisah tentang para malaikat yang menghancurkan bumi. Enam minggu setelah para malaikat menghancurkan peradaban, hanya segelintir manusia yang berhasil selamat. Putus asa dan kelaparan, mereka rela melakukan apa saja untuk bertahan hidup. Kota-kota yang kini mati dikuasai geng-geng jalanan. Tapi begitu matahari terbenam, semua orang bersembunyi dari teror makhluk misterius yang mengancam nyawa mereka. Penryn beserta ibu dan adiknya, Paige, mencoba menemukan tempat persembunyian di tengah kota. Kemudian tanpa sengaja mereka menyaksikan pertarungan antara beberapa malaikat. Pertarungan itu berakhir setelah salah satu malaikat jatuh, dengan luka-luka mematikan dan sayap terpotong dari punggungnya. Sementara malaikat yang lain menculik adik Penryn dan membawanya pergi.

Demi menyelamatkan Paige, Penryn harus bersekutu dengan musuhnya, Raffe, si malaikat tanpa sayap. Demi tujuan masing-masing, berdua mereka menempuh berbagai macam bahaya untuk mencapai sarang para malaikat.

(Rabu, 12 Maret 2014 22:18)
Mimpi Itu Natural

Bermimpi menorehkan kesuksesan di masa depan, adalah sesuatu yang natural dan harus dimiliki oleh setiap orang yang masih hidup. Dengan mimpi, kita mempunyai kesempatan untuk melukis sesuatu yang terindah di benak kita masing-masing, sebelum sesuatu itu benar-benar terwujud. Tanpa ada batas dan ikatan. Itulah filosofi Agnes Monica. Dreams believe and make it happen. Mimpi. Percaya pada mimpi, niscaya semua keinginan dan cita-cita bakal terwujud. Bagi Agnes, mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia. Namun demikian, ternyata masih banyak generasi muda Indonesia yang tidak berani hanya untuk bermimpi. Padahal, mimpi mempunyai kekuatan yang dahsyat untuk mendorong seseorang meraih kesuksesan di masa depan. Akan begitu hambar dan tak mempunyai kekuataan apabila dalam hidup selalu pesimis, tidak semangat menjalaninya, bahkan untuk bermimpi mengubah hidup ke arah yang lebih baik pun sudah tidak berani lagi.

Pada aspek ini, penyanyi muda multitalenta nan cantik, Agnes Monica, benar-benar fokus dan berdedikasi pada mimpinya. Impiannya untuk bisa sukses bukan hanya di belantika musik Tanah Air, namun juga mendunia, telah menjadi penyemangat dan inspirasi tersendiri dalam hidupnya. Agnes tidak pernah puas bermimpi. Setelah mimpi-mimpi besarnya tercapai, ia sudah menyiapkan mimpi-mimpi yang lebih indah dan mengagumkan.

“Apabila mimpimu tidak membuatmu takut, itu artinya mimpi- mu bukanlah mimpi yang besar!” kata Agnes.

Walaupun sebagian orang mencibir mimpinya bahkan menganggapnya sombong, namun kafilah tetap berlalu. Dia berusaha keras untuk membuat mimpinya itu menjadi kenyataan. Dan secara perlahan tapi pasti, ia mampu mewujudkannya. Agnes membuktikan bahwa selama ini dia bermimpi di atas kenyataan, bukan sekadar ilusi atau khayalan semata. Ia mendedikasikan hidupnya untuk berjuang dan berusaha memeluk mimpinya. Menjadikan mimpinya indah bagi dirinya, keluarganya, teman-temannya, dan semua fans-nya yang selama ini selalu men-support serta menjadi bagian dari kariernya, dan juga tentu saja bagi negerinya tercinta, Indonesia. Adalah mimpi yang sempurna, mana kala seseorang melukis mimpinya dengan indah dan cantik, kemudian mempersembahkan mimpi indah itu bukan hanya untuk dirinya namun untuk semua orang yang ada dalam hidupnya. Inilah mimpi yang melukis kebersamaan dan cinta. Mimpi yang mampu membuat seseorang dicintai oleh orang lain dan menjadikannya hidup dalam diri orang tersebut, sebagaimana Nez hidup di hati jutaan idola dan pecintanya. Selamat membangun mimpi dan memperjuangkannya dengan doa dan usaha keras. Hidup bukanlah perjalanan sederhana; setiap embusan napas, detak jantung, ucapan kata, dan bahkan tatapan mata sekalipun, semuanya adalah sesuatu yang indah dan istimewa yang diberikan oleh Tuhan untuk kita. Karena kehidupan sebegitu berharganya, mari kita isi dengan perjuangan, prestasi, dan kemuliaan. Dan jangan pernah berhenti bermimpi, sampai Tuhan menghentikan denyut nadi dalam tubuh kita. Semoga Tuhan memeluk indah setiap mimpi kita dalam takdirnya yang lembut untuk menjadi kenyataan!

(Rabu, 12 Maret 2014 17:13)
NEZ Inda Club

 

SC; 19 x 24 cm

 

Matte Paper 85 gr., 228 hal FC 4/4

 

ISBN: 978-602-1258-83-5

 

Terbit:Maret 2014

Harga:Rp 94.500,-

 

"Apabila mimpimu tidak membuatmu takut,
itu artinya mimpimu bukanlah mimpi yang besar!"

Ini adalah buku wajib bagi kalian para pemimpi.
Foto-foto ekslusif, perjalanan karier, pikiran terdalam,
dan mimpi-mimpi besar Agnezmo tertuang lengkap di sini.
Juga pendapat, kisah nyata, dan curhatan para NIC (Nez Inda Club).
Mereka yang terinspirasi slogan yang selalu diserukan Agnes.

DREAMS, BELIEVE, AND MAKE IT HAPPEN

Mimpi. Percaya pada mimpi.
Niscaya semua keinginan dan cita-cita bakal terwujud.
Mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia.

(Senin, 10 Maret 2014 15:49)
Deep by Hendra Putra

SC; 19 x 12,5 cm

Book Paper 55 gr., 264 hal BW 1/1

ISBN: 978-602-1258-49-1

Terbit: Desember 2013

Harga:Rp 44.500,-

 

Apakah cinta bisa menggenapkan hal yang mutlak ganjil?

Apakah cinta seperti hipnotis?

Yang bisa membuat seseorang yang merasakannya hilang kesadaran?

Adakah hal yang lebih menyakitkan ketika seseorang yang kita sayang

hanya menjadikan kita bahan latihan untuk menembak seseorang yang ia cintai?

Air mata adalah satu-satunya cara bagaimana mata berbicara

ketika bibir tak mampu menjelaskan apa yang telah terjadi….

 

Apakah Kirana menerima ungkapan perasaan Steven dan bersedia menjadi pacarnya?

Kalau Kirana menerima perasaan Steven, bagaimana dengan Clorin?

Apa sebenarnya yang akan dilakukan Clorin dengan setangkai

bunga mawar merah dan kertas yang bertuliskan seperti sebuah harapan itu?

Haruskah kisah cinta Steven dan Kirana terhenti saat baru seminggu

mereka menjadi pasangan kekasih?

 

 

“Sangat romantis and membuat gue menangis.

Dalem banget kayak judulnya.”

—Mariana, creator @orang PHP

(Penulis bestseller di-PHP-in: Kisah Cinta yang Tak Sempurna)

(Kamis, 06 Maret 2014 11:15)
The Child by Brian Garfield

SC; 14 x 20, 5 cm

Book Paper 57,5 gr, 566 BW 1/1

ISBN: 978-602-1258-71-2

Terbit: Februari 2014

Harga:Rp 69.500,-

 

Ini adalah kisah nyata yang benar-benar tidak dapat disangka. Bagaimana ternyata beberapa peristiwa besar pada Perang Dunia ke-2 memang benar-benar dimaksudkan untuk terjadi. Seperti serangan Jepang ke Pearl Harbor. Inggris bukannya tidak tahu bakal ada serangan ke sana, tapi untuk menyeret Amerika ke kancah Perang Dunia. Dengan segala cara, Inggris berusaha untuk menutupi berita itu bahkan hingga menghancurkan sebuah kapal selam Belanda dan membunuh tiga perwira Inggris sendiri.

Yang lebih mencengangkan, seorang anak bernama Christopher, dilatih sedemikian rupa untuk menjadi seorang agen rahasia. Tugasnya adalah menerobos tanpa dicurigai ke dalam wilayah-wilayah musuh, membunuh satu demi satu atau ribuan sekaligus, melaksanakan misi-misi yang tak terduga. Bagaimana dia menjalankan tugas penyusupan dengan masuk ke dalam kapal selam milik Belanda sendirian dan melakukan tindakan sabotase terhadap rudal-rudal yang ada di dalam kapal selam tersebut, dan berhasil lolos keluar kapal selam tanpa luka sedikit pun serta menyaksikan ledakan kapal selam tersebut dari jauh?

 

Membaca buku ini seolah-olah kita dibawa dalam situasi peperangan yang sesungguhnya dan situasi yang tertuang sama halnya seperti kita melihat sebuah film. Buku yang sangat bagus untuk dibaca karena kita bisa lebih banyak mengetahui sejarah Perang Dunia II dan jatuhnya kekuasaan Hitler pada masanya....

(Rabu, 19 Februari 2014 11:56)
EXO World karya Arifin Masyitta

 

SC; 18 x 20 cm

Book Paper 57,5 gr, Art Paper 100 gr, 120 hal BW 1/1+20 FC 4/4

ISBN: 978-602-1258-79-8

Terbit: Maret 2014

Harga:Rp 38.000,-

 

Apa yang terjadi jika para personel EXO berkumpul menjadi satu keluarga? Dengan para leader sebagai "Appa", duo kembar BaekYeol dan XiuHan, plus para magnae sebagai anak bungsu? Komik ini merangkum keseharian mereka yang penuh kisah seru dan menggemaskan.

 

"Neooomu kyeoptaaa! Kalau ngaku fansnya EXO harus punya buku komik ini, loh.

Gambarnya lucu, ceritanya pun bikin ketawa sendiri. Semoga bakal ada buku lanjutannya!"

---Orinthia Lee, Penulis Why Always Me

(Rabu, 05 Februari 2014 16:09)
Satrio Piningit karya Dhimas Wisnu Mahendra

 BACA BAB AWAL KLIK COVER!

 

SC; 14 x 20, 5

Book Paper 57,5 gr, Book Paper 328 Hal, BW 1/1

ISBN: 978-602-1258-81-1

Harga:Rp 59.500,-

 

 

Indonesia bersiaga menyambut pesta akbar

di panggung politik bangsa.

Tatkala negara bersiap menyongsong suksesi

kepemimpinan yang niscaya,

di saat itu pula memuncak pementasan

gelombang prahara!

 

Ini adalah kisah tentang tujuh pemuda ksatria,

yang bersahabat dan pernah saling bersumpah Satya Bela Negara.

Saat negara berada di ambang malapetaka,

mereka akan bangkit untuk membela!

Beranjak dari impian dan cita-cita mulia,

dari kelompok bermain masa kecil,

lahirlah sebuah Saga!

 

SAPTA SATRIA BANGKIT NO-TO-NO-GO-RO!

MUNCULNYA SATRIO PININGIT

SETELAH GORO-GORO!

 

Lembar demi lembar novel menggemparkan ini akan mengajak pembaca menebak-nebak siapa sesungguhnya sosok Satria Piningit yang akan menghadirkan kejayaan bagi bumi Nusantara! Siapakah dia?

 

“Novel ini bisa menjadi salah satu pemuas dahaga yang sangat langka

Selamat menikmati sajian yang tidak biasa ini!”

Rizki Ridyasmara, Penulis bestseller THE JACATRA SECRET

 

“Diramu dalam rangkaian narasi yang memukau.

Sangat layak untuk dibaca.”

Damar Shashangka, Penulis bestseller Sabda Palon

(Rabu, 05 Februari 2014 15:54)
I LOVE BOOKS

Ketika mulut tak kuasa lagi untuk bicara, lidah yang kelu dan terasa kaku hingga tak sanggup lagi mengungkapkan suatu perasaan yang terdalam. Tak perlu banyak kata terucap. Di sela-sela lembaran halaman buku, sisipkan saja sebait kata istimewa yang mewakili jiwa dan perasaanmu yang sekian lama terpendam.

Untuk mengucap kata hati di bulan penuh cinta ini, berikan saja buku dari Penerbit Matahari. Mumpung ada promo I LOVE BOOKS dengan diskon 20% untuk pembelian SEMUA judul buku, kecuali yang masih pre-order. Diskon hanya berlangsung mulai 2 Februari hingga 14 Februari 2014. Pemesanan melalui SMS ke 087839111182, pin BB: 2158CC58. (Format: Namalngkp/alamatlngkp/no.HP/judul buku)

(Senin, 03 Februari 2014 15:32)
Ada Matahari di FamilyMart

FamilyMart merupakan jaringan ritel conveninence store yang sudah terkenal di Jepang dengan berbagai variasi makanan yang lezat serta kualitas pelayanan yang terbaik. Saat ini, FamilyMart sudah tersebar di beberapa negara melalui lebih dari 21.000 outletnya. FamilyMart akhirnya mengembangkan jaringannya ritelnya ke Indonesia.

Kini FamilyMart telah menjadi tempat tongkrongan yang sedang digandrungi para anak muda sebagai tempat nongkrong yang murah meriah. Maklum saja, FamilyMart memang sangat memberikan rasa nyaman bagi pengunjungnya. Seperti di depan kampus Unas yang berhadapan dengan Sevel, ternyata tidak semua area dioptimalkan untuk memajang produk yang dijual. Banyak ruang yang sengaja dibiarkan kosong. “Untuk memberikan kenyamanan bagi konsumen saat menikmati makanan dan minuman,” ujar seorang pelayan.

Area untuk duduk dan display produk dibedakan dengan memakai warna lantai kayu. Lantai atas dari FamilyMart benar-benar nyaman untuk dijadikan tempat nongkrong. FamilyMart banyak menggunakan ornamen berwarna cokelat untuk memberikan kesan nyaman dan relaks bagi konsumen yang singgah di sana.

Untuk itu, sebagai penerbit yang mencoba selalu memberikan hiburan sekaligus menghadirkan karya-karya yang menyinarkan dan mencerahkan akal generasi muda Indonesia, Penerbit Matahari bekerjasama dengan FamilyMart dalam menghadirkan bacaan yang berkualitas. Jadi, sembari nongkrong dan ngemil, kini kamu bisa lebih enjoy sembari menambah ilmu dengan buku-buku bermutu dan menyegarkan dari Penerbit Matahari :p Cekidot!

 

(Jumat, 24 Januari 2014 16:03)
Peserta Lomba Eksis di Jamban With SMTown Salah Gaul

Nama : Jingga Kamilla Hasan | facebook: Jingga Kamila Hasan
Jawaban : Pesan terakhir Kangta pada Hyoyeon pada FF Seret Garden : “jangan lupa, opak sama rengginang yang lagi dijemur diatas genteng diangkat.”

jingga hasan

 

Nama : Nada Mufidah | facebook: Nada Mufidah
Jawaban :Ini pesan terakhirnyee
“Hyo, Babeh berangkat dulu ya, jangan lupa, opak sama rengginang yang lagi dijemur di atas genteng diangkat,” teriak Kangta dari balik topinya yang kegedean.

Note: Mian kita bertiga — kita kembar siam, Foto” with jambaners yang menanti sooman di wc umum yg harga.a 2000 di maribaya

nada

 

nama: yulie aldian saputri | facebook: Yulie Aldian Saputri
jawaban:
pesan terakhir Kangta pada Hyoyeon >> ”Rengginang sama opak yang dijemur di atas genteng jangan lupa diangkat” T.T

yulie

 

Nama : Toeflina Puspa Ranny | facebook: Ranny Seori
Jawaban : Rengginang sama opak yang lagi di jemur di atas genteng jangan lupa di angkat

1558611_552083281547720_583411476_n

 

Andreas Alessandro Brian Sebastian | facebook Andreas Aleksandro Brian Sebastian
jawaban: hyo, babeh berangkat dulu ya, jgn lupa, opak sama rengginangnya yg lagi dijemur diatas genteng diangkat , teriak Kangta dari balik topinya yg kegedean.

andreas

 

Nama: Nur Azizah Fitriani | facebook: Fitri Nafy
Jawaban: “Rengginang sama opak yang lagi dijemur di atas genteng jangan lupa diangkat”.

nur

 

nama = kim yemmy a.k.a farida | Kim Yemmy
jawaban = pesennye, hyoyeon di suruh ngangkat opak sama rengginang yg di jemur di atas genteng

kim yemmy

 

Nama: Anifa Yumna Hapsari | facebook; Anifa Yumna Moni
Jawaban: “Rengginang sama opak yang lagi dijemur diatas genteng jangan lupa diangkat.”

anifa

 

Nama : Arina Husnul Qorinah | facebook: Arina Husnul Qorinah

“Rengginang sama opak yang lagi dijemur di atas genteng jangan lupa diangkat”

arina

 

Nama : Ashlihah Salsabila| facebook: Samataro Kamiyama’s
Jawaban : “Rengginang sama opak yang lagi dijemur di atas genteng jangan lupa diangkat”

samataro

 

Nama: Donna Zuna Azaria | facebook: Donna Zuna Azaria
Jawaban: “Rengginang sama opak yang lagi dijemur diatas genteng jangan lupa diangkat.”

donna

 

Nama : Talitha Surya Zabrina | facebook: Talitha Surya Zabrina
Jawaban : Jangan lupa,opak sama rengginang yang lagi dijemur diatas genteng diangkat.

Foto ter eksis se-jamban raya –”

talitha

 

Nama : Suci Nurokhmah | facebook: Diie Garfield’smith
Jawaban : jangan lupa opak sama rengginang yg lg djemur diatas genteng diangkat.

diie

 

Nama: Thifa Nafisah | facebook: Thifa ApRilia
Nb:itu potonya buru2 takut ada orang,potonya di bank lagi -,,-
maaf baru di bales, pesan terakhir kangta buat hyoyeon, =>Jangan lupa opak sama rengginang yang lagi dijemur diatas genteng, pesan terakhir macam apa itu

thifa

 

JAMBAN’S MOMENT W/ SMTSG
Jawaban : Pesan terakhir dari Kangta kepada Hyoyeon pada FF SERET GARDEN yaitu ‘Rengginang sama opak yang lagi dijemur di atas genteng jangan lupa di angkat’._.
~Salam Jambaners~^^

farla

 

Nama : Refika Ilma Nurul Uswah | facebook: Refika Ilma
Jawaban : rengginang sama opak yang lagi di jemur di atas genteng jangan lupa di angkat.
Oiye min itu gue sengaja kgk jongkok d jamban soale klo jongkok kgk keliatan jamban nya krna d tutupin sm rok. Jdi gue pake jamban buat jadi meja. D04iN aQoe YuaCh Qaqa -___-

refika

 

nama : Intan Juwita | facebook: Cho Hyunmin
jawaban : Kangta (yang jadi bapaknya Gil Ra Im atau Hyoyeon) berpesan gini ama anaknya, “Hyo, Babeh berangkat dulu ya, jangan lupa, opak sama rengginang yang lagi dijemur di atas genteng diangkat,”

cho

 

Nama: laely nur pratama. | facebook: Laely Nur Pratama
Jawaban: “RENGGINANG SAMA OPAK YANG LAGI DIJEMUR DI ATAS GENTENG JANGAN LUPA DIANGKAT”

laely

(Rabu, 22 Januari 2014 15:35)

LOWONGAN PENERJEMAH FREELANCE

Penilaian:  / 1
TerburukTerbaik 

Penerbit Matahari memberikan tantangan kepada kamu untuk menjadi penerjemah novel-novel berbahasa Inggris (freelance) dengan kualifikasi sebagai berikut.

1. Pria/wanita, sarjana S1 semua jurusan, usia maksimal tak terbatas.

2. Memiliki keahlian berbahasa Inggris lisan, tulisan, dan menerjemah.

3. Mempunyai pengalaman menerjemah novel-novel berbahasa Inggris.

Lamaran, CV, dan contoh terjemahan, dapat dikirim via email ke: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Batas akhir pengiriman surat lamaran tanggal 7 September 2013.

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Beri komentar


Security code
Refresh